Sabtu, 24 Agustus 2019

SEMUA BERHAK MENCOBA (SWOT)

Mengenai Analisis SWOT, coba deh nulis hal itu. setelah itu, resapi apa yang setelah kalian tulis. Bukan kebetulan aku menulis analisis SWOT, ini karena sebuah keharusan dari organisasi yang notabennya aku nggak tau sebelumnya, hal itu aku diberi tahu temen, namanya Risma. Kalo aku sendiri sih manggilnya MamaRis, dibalik gitu. wkwkwk... oke, nama organisasinya gila bener, sumpah aku juga ga nyangka, Senat Mahasiswa. bahkan devisinya pun pas ngisi online dipilihin sama tuh anak. Setelah itu, aku mikir, ah... semua orang berhak mencoba hal baru. Ndilalahnya, pas wawancara hari kedua, bagaimanapun caranya aku harus mempertahankan apa yang dipilih pada pilihan pertama, Advokasi. Tahu aja nggak. pas nanya si MamaRis, dia cuma bilang apa coba? "Itu tuh sama kayak Mbagnya" Jawaban apa tuh? pas wawancara nih ditanya, kenapa pilih itu? karena tekad sudah bulat, sebelumnya aku nanya yang lebih tahulah... apa sih gunanya itu? Satu yang ada dipikiranku waktu itu, ingin keluar dari zona nyaman. udah cuma itu doang. Ditanya juga, misal kalo masuknya bukan di devisi itu mau nggak? Ya, aku mah nggak mau bohong, nggak usah pencitraan lah.. kalo ada kata wawancara itu namabah dosa, bisa juga. Isinya kadang pencitraan mulu. Langusung to the point aku bilang "Nggak Mau" lah berarti kamu nggak mau belajar? mampus, ditanya kayak gitu, duduk di depan, dikelilingi sama kakak-kakak, kayak sidang skripsi. Wawancara pertama sih udah pengen kabur nggak jadi ikut. Tapi lihat lagi analisis SWOT yang telah aku buat. Mencoba, berkarya. Jadinya masih lanjut.

Pas keluar dari ruangan ditanya tuh sama teman yang juga daftar, pas absen pertama buat dateng pun pas hari kedua, bukan aku yang ngisi. Si MamaRis, dan yang ditulis pertama namaku. Sumpah tuh anak dibilang gila, gila bener. aku dijadikan makanan. Ya, mau nggak maulah... mungkin sudah takdir, wkwkwk... Ditanya sama teman, kamu tadi ditanya gimana? ya aku jawab, kayak yang aku ceritain di atas, dia bilang apa coba? "Sumpah berani bener, nggak pencitraan sama sekali." aku mah jawab, bodoh amat, kalo udah yakin mah ya udah, nggak mau ya nggak mau. wkwk... ndilalahnya, eh... sehari setelah itu ada pengumuman buat yang diterima, eh aku diterima. Sumpah nggak nyangka, semua punya kesempatan untuk mencoba, bahkan ketika wawancara pun aku jawab kenapa masuk senat? aku jawab keluar dari zona nyaman. Pas kumpul untuk pertama kalinya, kakak yang aku masuk di devisinya tanya, gimana masuk advokasi? wkwk, cuma jawab keren. Jawaban apa tuh, eh setelahnya kakaknya bilang, kita mertahanin kamu loh. wkwk... gara-gara pas diwawancara jawab nggak mau ditaruh di devisi lain kali ya. Padahal devisi kedua aku pilih di bendahara, soalnya dulu pas dipondok jadi bendahara, ditanya juga kenapa milih bendahara? kesulitan apa yang ditemui, paling ngitung debit kredit kalo angkanya salah pencet di kalkulator. Eh, ternyata jadi bendahara dulu lumayan lah ada pengalaman. walaupun awalnya nggak mau, tapi dipaksa sama ustadzah. Lumayan buat ngisi CV. wkwk...

 Okey, mari membahasa SWOT-nya. Mungkin tidak semua yang akan aku bahas, hanya WOT. Yang S sudah biasa kan ya? Dan mungkin SWOT kita nanti, jika kalian buat juga akan sama dengan apa yang aku buat, mulai dari W (WEAKNESS/KELEMAHAN) Disudutkan pada dua pilihan, pada hal ini saya yakin kalian juga pasti nggak suka ketika disudutkan pada dua pilihan, tapi pada saat itu, kita disuruh untuk bergerak cepat memilih mana dari yang terbaik diantara keduanya. Pasti ada resikonya masing-masing, kita dituntut untuk memilih keuntungan yang lebih besar dari kedua pilihan itu. Mungkin itu sih gunanya otak kita, biar nggak berkarat. :V Yang kedua Rasa kepedulian hilang, bisa bayangin nggak, jika kepekaan kita pada orang lain hilang, kepekaan pada lingkungan hilang, apa yang terjadi? entah mungkin kita hidup individualis. Kita hanya mikirin diri kita sendiri, yang penting hidup kita enak, kita bodoh amat sama sekeliling kita. Yang ketiga, Iman Lemah, ini ancaman banget menurutku, jika iman kita lemah entah apa yang terajdi, hidup kita serasa tak ada makna, terombang-ambing, biasanya sih hal yang terjadi adalah pikiran bingung. Pada saat itu kita tahu, kita kurang mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Kita terlalu sibuk dengan dunia kita sampai lupa jika semua itu juga karena kehendak-Nya. Mungkin kita lupa bersyukur, hal apapun pasti serasa nggak ada lurusnya, dan bersyukurlah kita, ketika disadarkan oleh-Nya, dan lebih bersyukur lagi, kita nggak sempet tuh yang namanya melakukan hal yang tak semestinya. Iman Lemah itu tak bisa kita toleran lagi, bagaimanapun caranya, kita setiap hari harus memberi diri kita asupan mengenai agama.

 Yang kedua mengenai O (OPPORTUNITY/KESEMPATAN) Nah di O ini, kita sepertinya akan lebih klop lagi, mari kita bahas satu-satu. Pertama beribadah, Semua orang punya kesempatan untuk beribadah, sholat diawal waktu, melakukan sholat sunnah, puasa sunnah, semua orang mempunyai kesempatan itu. Tapi semua orang juga berbeda penyikapannya. Ada yang sholat wajibnya tepat waktu, tengah, bahkan akhir. Tapi ada juga yang tepat waktu dengan kesibukannya dan bahkan bisa melakukan kesunnah-an lainnya, yang membedakan hanya keinginan untuk mendapatkan kesempatan itu. Selanjutnya, Berkarya. Semua orang berhak berkarya, siapapun itu, sering-seringlah untuk Stalking orang, curi ilmunya. Cari orang-orang yang hebat, pasti pada waktu itu kalian akan merasakan iri pada prestasinya, kalian pasti juga ingin menjadi seperti ia, ia juga sama seperti kita, yang membedakan lagi-lagi hanya keinginan. Selanjutnya, Lulus lebih cepat, untuk mahasiswa ini mungkin hanya sebagian orang, tidak semuanya. Tapi itu adalah kesempatan yang hanya orang-orang tertentu saja yang punya keinginan, semua berhak untuk elulus lebih cepat. Lagi-lagi yang membedakan hanya pada keinginan yang kuat. Selanjutnya, Berbakti, nah ini, berbakti kepada orang tua. Kalian semua juga berhak mempunyai kesempatan untuk berbakti kepada orang tua, dengan cara apapun itu, hanya untuk menjadi anak sholeh-sholehah pun itu sudah bisa dikatakan berbakti. lagi-lagi aku dapat ini juga dari hobi stalkingku. Yang terakhir di O ini adalah Mencoba, seperti yang telah saya katakan di awal tadi, kita semua berhal mencoba hal baru, tergantung kitanya, apa kita mau mengambil dan langsung mengeksekusinya atau hanya mendiamkan saja. Apa kita hanya menginginkan stuck di situ saja, jika kuliah, maka ilmu yang didapat hanya itu-itu saja. Maunya sih aku bisa ini-itu. Kemaren ada yang nanya, Eh, Ri. gimana sih caranya agar punyai keingintahuan yang tinggi? Jawabku mah simple, suka-suka stalking, udah. Kenapa? Karena ketika stalking maka rasa keingintahuan akan jauh lebih mendalam. Hal yang awalnya tidak tahu, walaupun rasanya greget itu pasti akan berjalan sesuai dengan keinginan kita untuk mengetahuinya.

 Yang terakhir kita akan bahas yang namanya T (TREATH/ANCAMAN) Ini juga pasti sama, eh kok sama-semua ya? wkwk... ini sudah pasti kalian juga akan terbayang dengn hal ini. Pertama, Lulus lama. Bisa bayangkan jika kita kuliah nggak lulus-lulus? Emang apa yang terjadi? Salahnya ini dimana, kita kok nggak lulus-lulus? Itu sebagai ancaman buat kita. Dan pada saat menulis, pasti kita akan merasakan hal yang mungkin jika ditulis akan berbunyi seperti ini "AKU NGGAK MAU LAH LULUS LAMA" Dan pada saat itu, kita kan berpikir keras bagaimana kita tidak mengalami hal itu. Kalo kata Mr, Cristian Adrianto sih "MASUK AKAL, OK? SIP? JOS?" Masuk akal kan? Selanjutnya, Sampah Masyarakat, Tidak bermanfaat dan Mengecewakan. Tiga hal ini saling berkesinambungan, Adanya kita di lingkungan sama saja tidak ada, kita hanya menjadi sampah, tidak ada hal lain yang bisa kita kontribusikan kepada mereka yang telah menantikan sebuah perubahan. Hidup kita tidak bermanfaat, padahal jika saya bilang, bukankah hidup itu bermanfaat bagi orang lain? Dan Mengecewakan, kita berada di situ, tapi kita tak bisa berbuat apa-apa, sudah mengecewakan diri sendiri, mengecewakan orang lain lagi. Bagaimana rasanya? Pasti nggak enak kan?

 BTW, ITU BUKAN SENAT TINGKAT UNIVERSITAS, TAPI TINGKAT FAKULTAS.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar